Banner Ads 480X60
Tampilkan postingan dengan label Jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnalistik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 April 2017

Pentingnya Kutipan dan Ragam Kutipan dalam Penulisan Berita

Pentingnya Kutipan dan Ragam Kutipan dalam Penulisan Berita


Menurut KBBI Berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Sebuah berita disusun atas dasar fakta lapangan yang telah dikumpulkan oleh seorang wartawan. Fakta lapangan tersebut berupa catatan berdasarkan pengamatan, foto, dokumen, dan sebagainya. Catatan tersebut dapat dituangkan menjadi rangkaian deskripsi berita. Deskripsi tersebut akan didukung oleh fakta lapangan lain. Fakta lapangan lain tersebut adalah hasil wawancara pelaku atau saksi kejadian. Hasil wawancara dapat dituangkan ke dalam teks berupa kutipan atau deskripsi. Lain halnya dengan kutipan dalam artikel ilmiah. Kutipan dalam sebuah berita itu berupa kalimat langsung atau tidak langsung. 

Kutipan yang menarik dapat menambah bumbu dalam berita. Ada beberapa variasi kutipan yang sering digunakan dalam penulisan berita dan cerita feature. Kutipan yang baik bisa mendukung pembuka dan memperkuat informasi dalam berita. Kutipan yang baik juga akan membuat pembaca seolah-olah mendengar narasumber / informan sehingga menambah drama dan perhatian pada berita anda. Tetapi kutipan juga bisa merusak cerita dan mengakibatkan kejemuan bila kutipan itu mengulangi apa yang dikatakan. Sebaiknya uraikanlah dengan kata-kata lain atau membuangnya sama sekali.

Kini wartawan cenderung membatasi kutipan-kutipan - kecuali kutipan itu baik sekali – sebab kutipan itu memakan tempat dan tidak selalu bisa menyampaikan sebanyak informasi seperti penguraian dengan kata-kata lain. Kutipan yang baik adalah yang hidup dan jelas serta yang menyatakan perasaan yang kuat atau reaksi dari narasumber / informannya. Bila kata-kata narasumber / informan itu lebih baik dari kata-kata anda, kutipan langsung akan menambah menarik pada berita anda.

Untuk menentukan penggunaan kutipan, kuncinya adalah apakah itu emosi (emotional) atau informasi (informational). Wartawan harus mengandaikan kutipan itu sebagai bumbu dari cerita, bukan masakannya. Kutipan-kutipan yang panjang biasanya tidak menarik.
Ada beberapa pegangan untuk menentukan penggunaan kutipan yaitu:
  1. Bila kutipan itu menarik dan informatif.
  2. Untuk mendukung pembuka, paragraf inti, atau masalah (supporting point) dalam berita.
  3. Untuk menyampaikan opini dan perasaan sumber.
  4. Bila kutipan itu sangat deskriptif dan dramatis.
  5. Hindari kutipan langsung jika narasumber menjemukan atau informasinya itu faktual dan tidak bisa disangkal (indisputable).
  6. Hindari setiap kutipan yang tidak jelas kata-katanya.
  7. Hindari kutipan yang tidak ada hubungannya dengan fokus atau masalah dalam berita.
  8. Hindari kutipan yang menuduh dari politisi atau saksi peristiwa kejahatan.
Macam/Ragam Kutipan

1. Kutipan langsung. Kutipan ini menuliskan kata demi kata dari apa yang dikatakan narasumber / informan. Kutipan langsung tersebut diapit oleh tanda petik. Kata-kata yang dituliskan hanya dibersihkan dari jeda yang tidak perlu, misal eee…, ekh…, dan sebagainya. Deviasi kecil dari kata-kata yang eksak masih diperbolehkan oleh kebanyakan suarta kabar, selama artinya tidak berubah. Contohnya: Seorang pengurus yayasan, Daniel berkata: “Eee, apa yang ingin saya katakan adalah, anu ahhh, mungkin kita harus mempertimbangkan, anu, apakah kita punya, itu eee, uang untuk, ahhh, membangun gedung baru.” Memang ada orang yang memiliki gaya bicara seperti itu. Bila ini ingin dikutip langsung maka wartawan bisa membersihkannya tanpa mengurangi makna ucapan pejabat tersebut menjadi, contohnya: “Kita harus mempertimbangkan apakah kita punya uang untuk membangun gedung baru.”

2. Kutipan tidak langsung. Kutipan tidak langsung berisi apa yang kurang lebih disampaikan oleh narasumber / informan dan bagaimana cara menyampaikannya. Tidak menggunakan tanda petik. Kutipan tidak langsung lebih banyak menggunakan bahasa penulis sebagai orang ketiga. Contohnya: Daniel mengatakan pengurus yayasan harus mempertimbangkan apakah tersedia anggaran untuk membangun gedung baru.

3. Kutipan parafrasa. Kutipan ini berisi apa yang dikatakan oleh informan/pembicara tetapi, kutipan ditulis dengan kata-kata / gaya bahasa dari penulisnya. Di sini kata-kata asli dari pejabat tidak dipertahankan. Contoh: Daniel mengajukan pertanyaan tentang pembiayaan gedung baru.

4. Kutipan fragmentaris. Kutipan fragmentaris adalah gabungan dari parafrasa dan kutipan langsung. Kutipan ini sangat baik dipakai jika pembicara memasukan kata-kata yang sebenarnya disampaikan biasa-biasa saja. Misalnya: Daniel menentang pembangunan gedung itu sebagai suatu “pemborosan yang melebihi istana.”

5. Dialog. Ragam kutipan ini ditulis jika dua atau lebih pembicaraan dikutip, seperti dalam suatu diskusi tanya-jawab, seperti misalnya di sidang pengadilan. Dialog ini dapat membuat sebuah artikel menjadi enak dibaca. Namun, jarang sekali ragam kutipan ini digunakan.

Ragam kutipan di atas merupakan variasi yang dapat digunakan secara bergantian. Perlu adanya pegangan untuk menentukan penggunaan kutipan. Jika sebuah kutipan itu menarik perhatian pembaca, sudah sepatutnya dapat disampaikan ke dalam berita. Biasanya kutipan tersebut berisi pernyataan yang kontroversial, unik, dan sebagainya tapi masih bersangkutan dengan berita yang diangkat. Selain itu, kutipan yang digunakan harus informatif. Pernyataan dari sebuah kutipan berita harus bersifat informasi. Jika pernyataan informan hanya melecehkan atau menghina pihak tertentu maka tidak perlu dijadikan sebagai kutipan berita.


==============================================================

Catatan: Tulisan yang saya buat saya sarikan dari berbagai sumber di internet agar bisa saya buka buka kembali dan belajar tentang jurnalistik online. Tulisan ini akan saya buat menjadi menjadi beberapa bagian dengan urutan sebagai berikut:

Mengenal Jurnalistik Online (Artikel Utama)

Dasar Jurnalistik Online
Wawancara
Reportase/Laporan

Semoga bermanfaat !!!


Minggu, 29 Januari 2017

Beberapa Kesalahan Saat Menulis Judul

Beberapa Kesalahan Saat Menulis Judul


Selain dibuat menarik, judul juga seyogianya ditulis secara baik. Mengapa? Karena judul mencermikan keterampilan berbahasa Anda. Beberapa Kesalahan Saat Menulis Judul

1. Memakai tanda titik pada akhir judul
Jika selama ini Anda menggunakan tanda titik pada akhir judul, jangan melakukannya lagi mulai sekarang. Ini karena tanda titik tidak dipakai pada akhir judul.

Contoh:
Kapolres Wonogiri Pimpin Razia di Jalan Batik. (salah karena ada tanda titik di akhir judul)
Kapolres Wonogiri Pimpin Razia di Jalan Batik

2. Mengabaikan tanda tanya pada judul yang berupa pertanyaan
Judul dapat berupa pertanyaan. Oleh karena itu, jangan lupa memakai tanda tanya pada akhir judul tersebut.

Contoh judul yang salah:
Apa Itu Sukses
Ada Apa dengan Cinta
Bagaimana Cara Menulis yang Baik

Contoh judul yang benar:
Apa Itu Sukses?
Ada Apa dengan Cinta?
Bagaimana Cara Menulis yang Baik ?

3. Menjamakkan kata yang sudah menggunakan bentuk jamak
Menjamakkan kata yang sudah menggunakan bentuk jamak umumnya dilakukan oleh mereka yang belum tahu arti kata jamak.

Contoh:
10 Ciri-Ciri Orang yang Berbohong
20 Cara-Cara Mendapatkan Kepercayaan Masyarakat

Contoh yang benar:
10 Ciri Orang yang Berbohong
20 Cara Mendapatkan Kepercayaan Masyarakat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jamak adalah bentuk kata yang menyatakan lebih dari satu atau banyak. Contohnya, siswa-siswa atau para siswa adalah bentuk jamak dari kata siswa.

4. Menggunakan judul yang tidak logis
Judul tidak logis adalah judul yang tidak dapat diterima oleh akal sehat.

Contohnya: Pusat Perbelanjaan Itu Dibangun Setelah Menggusur Puluhan Rumah Penduduk

Mengapa judul tersebut tidak logis? Karena pusat perbelanjaan merupakan benda mati sehingga tidak dapat menggusur rumah penduduk.

Contoh Judul yang  Benar: Pusat Perbelanjaan Itu Dibangun Setelah Ratusan Rumah Penduduk Digusur

5. Mengabaikan batas panjang judul di Google
Banyak orang yang menulis judul panjang sehingga judulnya tersebut terpotong di hasil penelusuran Google. Dampaknya, judul dapat menjadi tidak menarik bagi calon pembaca.

Solusinya?
Buat dua versi judul, yaitu untuk pengunjung dan untuk Google. Panjang judul untuk pengunjung tidak dibatasi, sedangkan panjang judul untuk Google maksimal 60 karakter.

Contoh:
Jangan Lakukan 10 Kesalahan Sepele Ini Saat Anda Menulis Judul (64 karakter)
10 Kesalahan Sepele Saat Menulis Judul (40 karakter)

6. Menggunakan kelompok kata yang tidak ringkas
Kesalahan terakhir adalah menggunakan kelompok kata yang tidak ringkas. Padahal, kelompok kata ini bisa diganti kata lain yang maknanya sama.

Contoh salah: Polres Wonogiri Mengadakan Razia di Perbatasan

Contoh benar: Polres Wonogiri Razia di Perbatasan

Menulis judul memang membutuhkan strategi tersendiri. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan seperti di atas, Anda lebih berhati-hati dalam menulis judul yang menarik dan baik.

Referensi :

  1. Tulisan AKBP Iqbal tentang ^ Kesalahan Sepele dalam Membuat Judul
  2. ...


BELAJAR JURNALISTIK ONLINE

Dasar Jurnalistik Online

Sabtu, 28 Januari 2017

Cara Menulis Judul yang Baik dan Benar Sesuai EYD

Cara Menulis Judul yang Baik dan Benar Sesuai EYD


Menulis Judul yang Baik, Benar, Sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan) ini gampang-gampang susah. Tapi dengan rajin membaca dan memperhatikan, insya allah, kita bisa belajar menulis judul yang baik dan benar sesuai EYD. Simak yuk aturan menulis judul sesuai EYD ini. 

Ada beberapa aturan baku untuk membuat judul atau disebut juga Kapitalisasi Judul, di antaranya adalah penulisan huruf kapital, kata sambung, awalan, dan sebagainya.

Aturan Menulis Huruf Kapital dalam Judul / Kapitalisasi Judul Menurut PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya: 
  • Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. 
  • Tulisan itu dimuat dalam majalah Bahasa dan Sastra. 
  • Dia agen surat kabar Sinar Pembangunan. 
  • Ia menyajikan makalah “Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata”.
Bila diurai, ada empat aturan kapitalisasi judul:

1. Ikuti aturan kapitalisasi kalimat.
Aturan No.1 sengaja ditegaskan karena ada pertanyaan yang dapat muncul: Bagaimana bila kata pertama adalah kata yang tidak diawali huruf besar, misalnya iPhone (nama merek yang diawali huruf kecil) atau bin Laden (unsur nama seperti de, van, der, bin, atau binti biasanya tidak dikapitalisasi). Penulisan merek tidak dapat diubah karena merupakan identitas, jadi tetap ditulis iPhone (bukan Iphone). Unsur nama yang biasanya tidak dikapitalisasi, harus dikapitalisasi bila terletak pada awal judul, misalnya Bin Shamser (bukan bin Shamser).

Contoh :
Polda Amankan 10 Ribu Unit iPhone dan Xiaomi Selundupan
Bin Shamsher. Prince Moosa of Bagladesh Is Worth $1.5 Billion

2. Kapitalisasikan semua unsur kata ulang sempurna.
Aturan No.2 berarti kata ulang yang tidak termasuk kata ulang sempurna cukup dikapitalisasi unsur pertamanya. Apa yang termasuk kata ulang sempurna? Kata ulang sempurna--disebut juga kata ulang utuh, kata ulang penuh, atau dwilingga--adalah kata ulang yang terbentuk dengan pengulangan seluruh bentuk dasar tanpa perubahan fonem atau huruf dan tanpa penambahan imbuhan. Jadi penulisan judul dengan kata ulang yang benar adalah, misalnya, "Undang-Undang Sayur-mayur Bergerak-gerak". Sayur-mayur dan bergerak-gerak bukan kata ulang sempurna.

Contoh :
Mabes Polri Sosialisasi Undang – Undang Lalu Lintas No.22 Tahun 2009
Besok, Rancangan Undang - Undang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan Disahkan

3. Kapitalisasikan semua kata yang tidak termasuk kata tugas.
Aturan No.3 berarti kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata ganti, dan kata bilangan dikapitalisasi. Kekeliruan yang sering ditemukan adalah tidak mengapitalisasi kata keterangan, misalnya tidak dan akan. Kata keterangan tetap harus dikapitalisasi bila dipakai pada judul. 

Contoh :
Kapolri Tidak Akan Menangguhkan Penahanan Tersangka Korupsi".

4. Kapitalisasikan kata tugas bila terletak pada posisi awal judul.
Aturan No.4 berarti lima kelas kata yang termasuk kata tugas tidak dikapitalisasi.
Kelima kata tersebut adalah kata depan (misalnya di), kata sambung (misalnya karena), kata seru (misalnya dong), artikula (misalnya si dan para), dan partikel penegas (misalnya pun). Kita kadang ragu untuk tidak mengapitalisasi kata tugas yang panjang, misalnya terhadap, atau kata yang tidak kita ketahui termasuk kata tugas, misalnya para.

Contoh : 
"Kepercayaan Publik terhadap para Anggota Polri pun Meningkat".

Test Ringan
Penulisan Judul yang Baik, Benar, Sesuai EYD adalah

  1. Retribusi Pemakaian Mobil Derek dan Tarif Resmi Derek Jalan Tol
  2. Retribusi Pemakaian Mobil Derek Dan Tarif Resmi Derek Jalan Tol
  3. Retribusi Pemakaian Mobil Derek & Tarif Resmi Derek Jalan Tol

Penulisan Judul yang Baik, Benar, Sesuai EYD adalah

  1. ...
  2. ...
  3. ...


Artikel ini disarikan dari berbagai sumber. Kalau ada yang kurang silakan ditambahkan di kolom kementar.

Referensi :

BELAJAR JURNALISTIK ONLINE

Dasar Jurnalistik Online
Wawancara
Reportase/Laporan

Semoga bermanfaat 

Rabu, 18 Januari 2017

Standar Kelayakan Berita

Standar Kelayakan Berita

sumber gambar collegeofjournalism.com

Tidak salah jika kejadian, peristiwa, atau apapun di sekitar kita yang bisa ditulis dan diberitakan. Namun, tidak dengan sendirinya, semua itu bisa dituliskan menjadi berita. Lho, berita memangnya ada kriterianya? Benar, ada sejumlah syarat yang perlu dipenuhi agar sebuah peristiwa layak dan punya nilai ketika ditulis menjadi berita. Pemenuhan kriteria tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembaca (masyarakat).

Secara umum, peristiwa yang dianggap mempunyai nilai atau layak berita adalah yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
  • Significance (penting) –peristiwa yang mempengaruhi kehidupan masyarakat luas (pembaca). Misalnya, meskipun rutin terjadi, banjir di Jakarta merupakan berita yang selalu layak diberitakan. Alasannya, Jakarta sebagai ibukota negara yang menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan urusan-urusan besar kenegaraan. Contoh lainnya, kenaikan atau penurunan harga BBM. 
  • Magnitude (besar) – peristiwa yang menyangkut angka-angka besar dan memiliki arti bagi kehidupan masyarakat luas. Dalam hal banjir di Jakarta, berita akan menarik kalau akibat banjir merendam ribuan rumah yang disertai tumbangnya ratusan pohon. Masih menyangkut angka lainnya, sebut misalnya jumlah uang korupsi Rp 100 milyar akan menyedot perhatian daripada korupsi Rp 100 juta (namun bukan berarti yang angkanya kecil diabaikan, tapi porsi perhatian masyarakat kurang), bencana yang memakan korban ribuan, demonstrasi mencapai satu juta orang, dan lain-lain.
  • Impact (Dampak yang Ditimbulkan) – peristiwa yang diberitakan punya pengaruh yang besar bagi masyarakat luas (berkaitan dengan significance dan magnitude).
  • Timeliness (waktu) – peristiwa yang menyangkut hal-hal yang baru terjadi, atau baru dikemukakan. Peristiwanya baru saja terjadi. Misalnya banjir di Jakarta yang terjadi hari ini, bukan 5 atau 10 tahun lalu akan berbeda. Contoh lainnya, ada bus terbakar hari ini akan lebih bernilai daripada berita pesawat jatuh yang terjadi di masa lampau. Meskipun secara angka atau efek yang dihasilkan amat mencengangkan, tetapi masalah waktu juga menentukan kelayakan berita. Kapal yang telah tenggelam 5 tahun lalu dengan korban lebih 500 orang tidak memancing orang lebih tahu dibandingkan kejadian hari ini kapal tenggelan dengan korban 50 orang.
  • Proximity (kedekatan) – peristiwa yang dekat bagi pembaca. Kedekatan ini bisa dapat bersifat geografis atau emosional. Contohnya, listrik mati di London belum menjadi sesuatu yang menarik bagi pembaca Indonesia dibandingkan listrik mati di Jakarta. Benar, listrik mati di London merupakan berita, tetapi kita secara langsung tak punya ikatan emosi. Contoh lainnya, bagi masyarakat Riau kebakaran hutan di Riau lebih menyita perhatian dibanding kebakaran hutan yang terjadi di California, Amerika. Namun, jika ada korban kebakaran di California merupakan warga Indonesia, secara emosional peristiwa itu menjadi nilai berita.
  • Prominence (tenar), peristiwa yang menyangkut orang (tokoh), lembaga (institusi), atau tempat yang amat dikenal masyarakat luas. Oleh karena itu, kerap kita temui peristiwa/kejadian yang menyangkut orang terkenal itu mulai dari tokoh-tokoh negara, politisi, bintang film, musikus/penyanyi, atau olahragawan menghiasi hampir semua media. Bahkan, yang diberitakan, kadang-kadang hal yang remeh-temeh dan tidak memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Sementara tempat terkenal, misalnya Menara Pisa di Italia rubuh, maka ketenaran Menara Pisa mempunyai bobot berita yang dapat menyita perhatian masyarakat.
  • Konflik– peristiwa yang menyajikan dua pihak yang saling beradu kekuatan (baik fisik maupun tidak), berlawanan kepentingan, musuh bebuyutan yang bertemu, dan lain-lain. Contohnya perang. Perang di belahan dunia manapun selalu menjadi berita yang selalu diberitakan semua media massa. Sementara konflik yang lain, misalnya demonstrasi petani menentang kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan petani, pertandingan sepakbola Barcelona melawan Real Madrid, perselisihan dua tokoh politik, dan lain-lain.
  • Human Interest (manusiawi) – peristiwa yang memberi sentuhan perasaan bagi pembaca, kejadian yang menyangkut orang biasa dalam situasi luar biasa, atau orang besar dalam situasi biasa. Contohnya, keberanian seorang tukang ojek menolong korban saat terjadi bom teroris di Jalan Thamrin Jakarta; guru yang mengabdi di daerah terpencil dengan fasilitas yang terbatas; dokter yang kerap menggratiskan layanan kesehatan, dan lain-lain. Berita yang menampilkan sisi manusiawi ini umumnya muncul dalam feature, bukan berita langsung.
  • Unusualness (luar biasa, aneh, unik) – peristiwa yang langka atau di luar kelaziman, misalnya ular berkepala dua, harimau akrab dengan monyet, atau manusia yang hidup dan tinggal di atas pohon merupakan berita yang mendorong minat orang untuk mengetahui lebih jauh.
  • Seks – Kredo (pernyataan) yang populer dalam jurnalistik, “Berita adalah seks dan seks adalah berita”. Sejarah peradaban manusia mencatat seks sebagai sesuatu yang menarik minta manusia.Seks ini identik dengan perempuan. Segala macam berita seks, selalu dinanti dan bahkan dicari. Seks dapat menunjuk pada keindahan anatomi tubuh perempuan, menyentuh poligami, perselingkuhan para petinggi negara dan selibritis. Dalam beberapa kasus, seks juga kerap disandingkan dengan kekuasaan dan dapat menjadi sumber bencana bagi kedudukan/jabatan seseorang. Jangan heran jika berita seks dengan berbagai variasinya mudah kita temui di hampir semua media.

Kriteria layak berita di atas dapat diperluas, misalnya jarang ditemukan atau jarang terjadi (misalnya manusia dibsarkan srigala di hutan), tindakan luar biasa dan di luar batas kemampuan (misalnya pasukan khusus Angkatan Laut RI saat menyelamatkan korban kapal tenggelam tanpa bantuan tabung pernafasan saat menyelam di kedalaman laut), mengandung kontroversi (misalnya atlet tinju bertanding lawan pencak silat), mengundang tawa (humor), dan lain-lain. Satu unsur sudah cukup menjadi berita, namun apabila ditemukan lebih dari satu unsur dalam sebuah berita, maka kejadian itu bertambah tinggi bobot kelayakanya. Untuk itu, usaha mendapatkan berita besar adalah mencari kejadian yang memiliki sebanyak mungkin unsur layak berita.

Namun, tidak semua peristiwa yang memenuhi kriteria layak berita, tidak selalu sama daya tariknya bagi pembaca, bergantung minat, tempat tinggal, usia, jenis kelamin, dan lain-lain. Posisi pembaca berbeda-beda terhadap kejadian yang ada. Berita tentang selibritis belum tentu menarik bagi si A, namun bagi si B merupakan berita yang layak dia ketehui. Artinya, layak berita selalu berkait dengan aspirasi dan motivasi pembaca. Bisa jadi sebuah berita hanya menarik bagi yang terlibat dalam peristiwa yang diberitakan, misalnya upacara peresmian gedung. Jika berita cuma seremoni saja, bobot beritanya amat rendah, terlebih yang ditulis hanya pidato-pidato peresmian. Intinya, motivasi pembaca mencerminkan keinginan dasar manusia, yaitu memenuhi tujuan hidupnya dan kebutuhan psikologisnya berupa hiburan.

Referensi :

  1. Berbagai Artikel tentang Jurnalistik Online
  2. ...


BELAJAR JURNALISTIK ONLINE

Dasar Jurnalistik Online

Cara Optimasi Foto Berita di Media Online

Cara Optimasi Foto Berita di Media Online


Optimasi gambar untuk bisa di baca oleh mesin pencari seperti google adalah salah satu dari sekian banyak trik seo yang harus anda lakukan agar gambar bisa mendatangkan traffic ke situs anda, seperti banyak ahli seo untuk optimasi gambar sebenarnya mudah saja namun masih banyak blog atau website tidak bisa menggunakan trik ini terutama bagi mereka pemilik blog pemula mereka hanya fokus pada design templat tanpa menghiraukan isi dari artikel dan gambar yang sebetulnya sangat membantu untuk mendatangkan visitor.

Semua mesin penelusur sudah menggunakan pencarian berupa gambar seperti yang kita ketahui yaitu google, bing dan yahoo adalah pelopor dari pencarian gambar jadi ini bukan hal baru lagi kalau anda harus lebih memperhatikan gambar untuk mendatangkan vitor. nah pertanyaannya bagaimana caranya optimasi gambar agar bisa seo frendly dan bisa mendatangkan pengunjung. berikut ini caranya:

1. Pilih gambar yang Ringan
Hal yang pertama untuk optimasi gambar agar ramah dengan seo dan mesin pencari adalah dengan memilih gambar yang sizenya ringan alias tidak berat ketika di muat oleh browser. sebab kalau size gamabar anda terlalu besar, pengguna akan merasa berat dengan gambar yang anda tampilkan dan hal ini akan memberatkan loading blog sehingga meraka tidak lagi melihat gambar yang anda tampilkan, selain itu google dan mesin pencari lainnya tidak akan menambahkan gambar anda di hasil pencarian karena gambar anda di nilai tidak layak untuk dimuat oleh browser, inilah yang harus anda perhatikan. agar semua browser bisa memuat gambar pastikan kalau size gambar anda kisaran di bawah 40 KB kalau lebih dari itu pakai image compresser tool agar gambar anda ringan dan tidak mengurangi tampilannya.

2. Pilih Gambar Menarik dan Unik
Untuk trik optimasi gambar kedua adalah dengan membuat dan memilih gambar yang kiranya unik dan menarik pengunjung, pengunjung akan mendatangi blog atau web anda ketika meraka melihat gambar di hasil pencarian karena mereka menilai kalau gambar anda menarik dan unik.

3. Pasang Atribut ALT pada Gambar
Pemasangan atribut ALT sangat di sarankan oleh semua mesin pencari sehingga gambar pada blog anda bisa di index dengan mudah, perlu anda ketahui mesin pencari seperti google, yahoo dan bing tidak akan bisa mengindex gambar pada blog anda ketika merayapi laman anda tanpa adanya atribut ALT, jadi anda harus perhatikan hal ini ketika ingin menerbitkan postingan dengan menggunakan gambar

Berikutnya pesangan TITLE pada gambar adlah salah satu trik yang tidak kalah pentingnya, dengan menggunakan atribut title ini mesin penelusur akan mudah membaca gambar apa yang anda berikan pada postingan, selain itu beri keyword yang tepat saat anda optimasi gambar, logikanya beri nama tag alt seperti nama postingan anda, ini salah satu memberi keyword pada gambar. untuk contohnya seperti ini:
<img alt=”DESKRIPSI” src=”http://URL-GAMBAR” tag”KATA KUNCI” title=”NAMA GAMBAR” />

4. Ganti Nama Gambar
Untuk trik optimasi gambar ke empat yaitu dengan menggganti nama pada url gambar agar lebih user dan mudah di pahami oleh mesin penelusur, meskipun trik ini kadang juga tidak efektif namun untuk mendukung terbacanya gambar dalam postingan hal ini tidak akan sia-sia karena kebanyakan para ahli seo menggunkan trik ini, untuk caranya misalkan url gambar anda
http://tribratanews.polri.go.id/wp-content/uploads/2017/01/IMG-20170118.jpg
untuk lebih user silahkan ganti angka ini dengan nama gambar postingan seperti ini
http://tribratanews.polri.go.id/wp-content/uploads/2017/01/Baksos-IKABA-2002-Kapuas-Hulu-di-Klenteng-Pasar-Merdeka2.jpg

5. Letakkan gambar di awal postingan
Untuk optimasi gambar yang terakhir adalah meletakkan gambar pada awal postingan, diharapkan agar semua pengunjung melihat gambar pada awal postingan serta dengan menambahkan gambar di awal postingan robot bot atau spider bot bisa mengindeks gambar lebih awal sebelum mengindeks artikel anda. namun semua terserah anda yang perlu saya tegaskan poin pada nomer 1, 2 dan 3 jangan anda tinggalkan supaya gambar anda bisa tampil di halaman pencarian gambar. itulah 5 poin optimasi gambar agar lebih seo. dengan tulisan ini semoga anda bisa lebih mengerti dan paham bagaimana seharusnya mengoptimasi gambar agar bisa di tampilkan di halaman pencaraian.

Semoga bermanfaat !!!

Referensi :

  1. Berbagai Artikel tentang Jurnalistik Online di Internet
  2. ...


BELAJAR JURNALISTIK ONLINE

Dasar Jurnalistik Online